Alam Adalah Inspirasi Bagi Kehidupa…….! Jaga Alam Kita Manfaatkan Sebaik Mungkin

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo berada di lereng Gunung Ungaran, tepatnya di Candi Gedongsongo, Dusun Darum, Desa Candi, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang dan kompleks candi ini dibangun pada abad ke-9 Masehi. Gedong Songo berasal dari bahasa Jawa, “Gedong” berarti rumah atau bangunan, “Songo” berarti sembilan. Jadi Arti kata Gedongsongo adalah sembilan (kelompok) bangunan.

www.belantaraindonesia.org

 

Lokasi 9 candi yang tersebar di lereng Gunung Ungaran ini memiliki pemandangan alam yang indah. Di sekitar lokasi juga terdapat hutan pinus yang tertata rapi serta mata air yang mengandung belerang. Kabut tipis turun dari atas gunung sering muncul mengakibatkan mata tidak dapat memandang Candi Gedongsongo dari kejauhan. Candi ini memiliki persamaan dengan kompleks Candi Dieng di Wonosobo. Candi ini terletak pada ketinggian sekitar 1.200 m di atas permukaan laut sehingga suhu udara disini cukup dingin.

Untuk menuju ke Candi Gedong I, kita harus berjalan sejauh 200 meter melalui jalan setapak yang naik. Anda bisa memanfaatkan jasa transportasi kuda untuk berwisata mengelilingi obyek wisata Candi Gedongsongo. Tahun 1740, Loten menemukan kompleks Candi Gedong Songo. Tahun 1804, Raffles mencatat kompleks tersebut dengan nama Gedong Pitoe karena hanya ditemukan tujuh kelompok bangunan. Van Braam membuat publikasi pada tahun 1925, Friederich dan Hoopermans membuat tulisan tentang Gedong Songo pada tahun 1865. Tahun 1908 Van Stein Callenfels melakukan penelitian terhadapt kompleks candi dan Knebel melakukan inventarisasi pada tahun 1910-1911.

Disela-sela antara Candi Gedong III dengan Gedong IV terdapat sebuah kepunden gunung sebagai sumber air panas dengan kandungan belerang cukup tinggi. Para wisatawan dapat mandi dan menghangatkan tubuh disebuah pemandian yang dibangun di dekat kepunden tersebut. Bau belerangnya cukup kuat dan kepulan asapnya lumayan tebal ketika mendekati sumber air panas tersebut. Karena keindahannya Candi Gedong Songo ini sering menjadi tempat yang indah untuk foto foto Pre Wedding.

Majid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah adalah Masjid yang terletak di jalan Gajah Raya, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang Jawa Tengah. Masjid ini sangat megah dengan luas lahan mencapai 10 Hektar dan luas bangunan induk untuk shalat 7.669 meter persegi tersebut bargaya arsitektur perpaduan antara Jawa, Jawa Tengah dan Yunani.

Masjid Agung Jawa Tengah

masjid dan payung elektrik

 

Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini dibangun pada hari Jumat, 6 September 2002 yang ditandai dengan pemasangan tiang pancang perdana yang dilakukan Menteri Agama Ri, Prof. Dr. H. Said Agil Husen al-Munawar, KH. MA Sahal Mahfudz dan Gubernur Jawa Tengah, H. Mardiyanto, akhirnya Masjid Agung Jawa Tengah Ini diresmikan oleh Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 14 November 2006.

Meskipun baru diresmikan pada tanggal 14 Nopember 2006, namun masjid ini telah difungsikan untuk ibadah jauh sebelum tanggal tersebut. Masjid megah ini telah digunakan ibadah shalat jum’at untuk pertama kalinya pada tanggal 19 Maret 2004 dengan Khatib Drs. H. M. Chabib Thoha, MA, Kakanwil Depag Jawa Tengah.

Di kompleks Masjid Agung Jawa Tengah Semarang ini terdapat Museum Perkembangan Islam Jawa Tengah di Tower Asmaul Husna Lantai 2 dan 3, Hotel Graha Agung di sisi Utara dan resto yang memiliki view terbaik di Kota Semarang ini di Tower Asmaul Husna Lantai 18.

 

di Copy dari Seputarsemarang.com

Curug Benowo

Curug Benowo Wisata Alam di lereng Gunung Ungaran

Air terjun curug benowo
Curug Benowo terletak di Lereng Gunung Ungaran, Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Curug dalam Bahasa Jawa berarti Air Terjun. Eksotisme Curug Benowo ini mungkin sulit unutk dicapai orang kebanyakan, karena tempatnya benar benar alami, jalannya setapak, naik turun, mungkin hanya direkomendasikan pada para pecinta alam atau mereka yang suka tantangan, tidak untuk kebanyakan orang apalagi rekreasi keluarga. Dibalik capeknya medan menuju lokasi akan terbayar oleh keindahan pesona alam curug Benowo ini dan Pemandangan Air Terjun yang Eksotis. Di dekat Curug Benowo ini juga terdapat curug lainnya, yaitu Curug Lawe yang tak kalah indahnya.

Bagaimana cara menuju ke Curug Benowo? Dari Alun Alun Ungaran ke arah Mapagan (Jalan ke arah gunungpati), setelah menemukan gapura “Selamat datang Kampus Di Sekaran Gunungpati” maju lagi sekitar 1.700m, di sisi kanan jalan ada Makam Darul Mukminin Siplaosan Sumurgunung belok kiri masuk ke Jalan Dukuh Sumur Gunung, Terus saja sampai pada koordinat 7, 8′ 31.67LS 110, 21′ 36.82BT (google map coordinate: -7.14213, 110.36022) Pada koordinat ini adalah posko, dimana kendaraan atau mobil diparkir untuk melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Dari posko ini perjalanan harus ditempuh dengan jalan kaki selama kurang lebih 2 jam melalui jalan lumayan berat medannya. Namanya juga wisata alam, nuansanya benar benar alami, jalan yang minim namun pemandangan sekitar sangat luar biasa indah. Jika kesulitan bisa minta panduan penduduk setempat.

Air terjun curug benowoair terjun mini dan laguna

pemandangan Indah di Indonesia , di lihat dari Google Earth

Benteng Belgica di Pulau Banda (4°31’34.02″S 129°53’56.15″T).

Benteng peninggalan VOC yang dibangun pada tahun 1611 yang terletak di Pulau Banda. Anda bisa melihatnya dengan Google Earth pada posisi (4°31’34.02″S 129°53’56.15″T).

Spoiler for gambar:
Spoiler for gambar:

Jembatan Suramadu (7°11’37.56″S 112°46’46.79″T)

Merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini, dengan panjang 5438 m, dalam beberapa sumber, dikatakan jembatan terpanjang se-Asia Tenggara adalah jembatan Na Expressway di Thailand (54 km). Jauh sekali bila dibandingkan dengan Jembatan Suramadu, namun Suramadu tidak bisa dibandingkan dengan jembatan di Thailand itu, karena Na Expressway merupakan jembatan jalan tol yang melintasi daratan, tidak seperti Suramadu yang melintasi Selat Madura.

Spoiler for gambar:
Spoiler for gambar:

Studio Trans TV di Makassar (5° 9’30.32″S 119°23’41.05″T)
Merupakan Taman Bermain Dalam Ruangan yang terbesar di Dunia saat ini. Mengalahkan Disneyland di Amerika Serikat dan Lotte World di Korea Selatan.

 

Spoiler for gambar:

 

 

Spoiler for gambar:

Pantai Maron, Semarang

Pantai Maron Semarang ini terletak dibagian barat kota semarang, tepatnya di muara sungai Silandak. Untuk menuju ke Pantai Mpantai maronaron Semarang dapat di tempuh dari dua jalur, yaitu jalur Bandara Ahmad Yani dan Perumahan Graha Padma, Krapyak.

Nama Maron sendiri diberikan karena konon Pantai ini masih merupakan milik Penerbangan TNI (Panerbad), dan maron (merah maron) merupakan warna khas bared Panerbad, sehingga pantai ini diberi nama Pantai Maron.
Pantai Maron ini berbeda bentuk dengan Pantai Marina, karena di Pantai Marina Semarang banyak ditemukan pemecah ombak, sedangkan di Pantai Maron Semarang ini lebih landai.

pemandangan pantai

Pantai Maron Semarang ini terletak dibagian barat kota semarang, tepatnya di muara sungai Silandak. Untuk menuju ke Pantai Maron Semarang dapat di tempuh dari dua jalur, yaitu jalur Bandara Ahmad Yani dan Perumahan Graha Padma, Krapyak.
Nama Maron sendiri diberikan karena konon Pantai ini masih merupakan milik Penerbangan TNI (Panerbad), dan maron (merah maron) merupakan
Pantai Maron Semarang ini akan kelihatan padat pengunjung pada hari Minggu, atau hari Libur Nasional, pengunjungnya sangat luar biasa. Dari anak-anak, tua, muda bahkan kakek dan nenek pun juga adan. Berdasarkan pengalaman ku saat bertamasya ria ke Pantai Maron ini, untuk masuk ke lokasi wisatanya kita cukup dikenakan Ongkos Rp. 2000,- murah bukan, wah… sudah ongkosnya murah bisa lihat pemandangan panorama Pantai yang indah, itung-itung menghilangkan penat karena aktifitas kerja.

Gunung Ungaran

indahnya pemandangan alam Gunung Ungaran adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Jawa, Indonesia. Dengan ketinggian 2.050 meter, gunung ini adalah gunung tinggi pertama yang dilihat pengendara dari Semarang ke arah selatan, di sisi kanan (barat). Menurut catatan-catatan sejarah, nama-nama lain gunung ini adalah Karundungan (prasasti Kuti), Karurungan/Karungrangan (Tantu Panggelaran), Karungrungan (Perjalanan Bujangga Manik, Serat Aji Saka, Serat Kanda), Kroenroengan (Domis, 1825), dan Ngroengroengan (Bleeker 1850, Friederich 1870).

Di kaki gunung ini terletak kota Ungaran, pusat pemerintahan Kabupaten Semarang.

Gunung Ungaran termasuk gunung berapi berapi tipe strato. Gunung ini memiliki tiga puncak: Gendol, Botak, dan Ungaran. Puncak tertinggi adalah Ungaran.

Dari puncak gunung ini, jika memandang ke utara akan terlihat Laut Jawa sedangkan jika membalikkan badan, akan terlihat jajaran (dari kiri ke kanan) Gunung MerapiGunung MerbabuGunung Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa PeningnyaGunung SumbingGunung Sindoro, dan Gunung Perahu.

Tidak ada catatan yang jelas mengenai aktivitas gunung ini. Namun, diperkirakan gunung ini pernah meletus pada zaman kerajaan dahulu, dengan letusan yang amat dahsyat sehingga menghancurkan dua pertiga bagian puncak dari semula sehingga yang dapat dilihat sekarang adalah hanya sepertiga bagian dari gunung Ungaran berapi purba. Diperkirakan, gunung ini sedang mengalami masa tidur panjang dan sewaktu-waktu dapat aktif kembali.

Gunung Ungaran mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukithutan Dipterokarp Atashutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.puncak gunung ungaran

Di lerengnya terdapat situs arkeologi berupa Candi Gedongsongo (Bahasa Jawagedong = gedung, songo = sembilan). Terdapat pula beberapa air terjun (curug), di antaranya Curug Semirang dan Curug Lawe. Juga terdapat gua, yang terkenal dengan nama Gua Jepang. Gua ini terletak 200 meter sebelum puncak, tepatnya di sekitar perkampungan Promasan (perkampungan para pemetik teh). Di sini terdapat pula reruntuhan bekas pemandian kuna.

Menurut mitos masyarakat setempat, di lereng gunung di antara jajaran candi ini terdapat kawah berbau belerang yang merupakan makam Dasamuka. Konon Dasamuka yang suka mabuk dikubur di kawah ini oleh Hanoman. Hanoman sendiri kemudian berdiam di Gunung Telomoyo mengawasi Dasamuka jika sewaktu-waktu bangkit. Dasamuka bisa bangkit jika ia mencium bau minuman keras, hingga masyarakat setempat (dulu) tidak berani minum minuman keras di areal Candi Gedong Songo.

copy dari wikipedia


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.